Pages

Thursday, July 28, 2011

Aal iz well !!!


Assalamu’alaikum..
Sudah lama aku ingin menulis tentang ini, namun baru sempat sekarang.
Jadi, langsung aja ya. Yang ingin aku bahas adalaaah…
Taraaaaa…
  



Yak. Pasti kalian sudah tidak asing lagi. 3 IDIOTS.

Film India ini sangatlah bagus menurutku. Film ini dirilis tahun 2010 (kalau tidak salah). Meskipun sudah cukup lama dan sudah beredar di TV lokal, aku baru menontonnya pertama kali tahun ini. Tepatnya satu setengah bulan yang lalu. Aku tahu apa yang kalian pikirkan. Kusadari diriku jauh tertinggal. Kemana saja aku selama ini? Yaaa… itu karena aku tidak tahu kalau film ini bagus dan bakal membuatku kagum hingga terbawa mimpi. Yang membuatku kagum adalah jalan ceritanya dan nilai-nilai yang terkandung dalam ucapannya.

Inilah yang ingin kubahas. Tentang nilai-nilai semangat yang ditunjukkan dalam film itu. Terutama ucapan-ucapan yang dikatakan oleh Rhancordas (salah satu anggota 3 idiots). Bahkan aku mencatat kata-kata yang diucapkannya agar tidak lupa. Agar aku bisa membacanya ketika aku butuh motivasi. Ketika aku sedih, dan ketika aku takut menghadapi masa depan.

Inil dia beberapa potongan kata yang kucatat..

Rancho (R): Kau tidak sekolah?
Anak (A): Siapa yang akan bayar?
R: Hei, dengar! Sekolah tidak perlu membayar, hanya perlu seragam..seragam! Sekolah manapun yang kau inginkan, pakailah seragam mereka. Duduklah manis di kelas. Siapa yang akan perhatian dengan orang sebanyak itu?
A: Bagaimana jika ketahuan?
R: Jika ketahuan, maka gantilah seragam, pindah sekolah. Beres!

Kita harus memahami buku-bukunya, bukan menghafalnya.

Professor lebih sering menyuruh Rancho berada di luar daripada di dalam kelas. Jika dia diusir dari sebuah kelas, dia akan pergi ke kelas lain. Rancho selalu bilang “belajar bisa dimanapun, selagi bisa, raihlah!

Letakkan tanganmu di dada, ucapkan aal iz wel, aal iz well.

Hei, di desaku ada seorang tukang ronda. Setiap malam dia berteriak “aal iz well” dan itu membuat kami tidur nyenyak. Suatu malam, ada pencurian di desaku. Kemudian kami tahu bahwa peronda itu ternyata buta, dan dia masih berteriak “aal iz well, aal iz well’. Kami jadi seperti orang bodoh.
Namun kami jadi menyadari sebuah kenyataan. Hati kami ternyata terkejut! Itu membuat kami mudah dikelabui. Jika ada permasalahan dalam hidupmu, katakan pada hatimu. Santai, say! Semua baik-baik saja! Aal iz well, aal iz well. Apa dengan demikian permasalahan terselesaikan? Tidak, tapi kekuatan bertahan jadi terkumpul.

Jangan belajar untuk menjadi sukses, tapi untuk membesarkan jiwa.

Jangan mengejar kesuksesan! Kesempurnaan! Kejarlah kesempurnaan!
Maka kesuksesan akan mendatangimu.

Dengan menghafal, kau akan menghemat 4 tahunmu di kampus.

Tapi kemudian hidupmu yang 40 tahun telah kau remuk.

Jangan mengejar kesuksesan. Jadilah orang besar, maka kesuksesan mengikutimu!

Persahabatan lebih mulia dari manusia itu sendiri.

Anak-anak, berpikirlah efisien. Maka kesuksesan ada di belakangmu! Mari belajar!


Nah, bagaimana menurut kalian? Tidakkah kata-kata ini bisa menjadi motivasi kita dalam menghadapi masa depan? Tidak mudah memang untuk mendapatkan masa depan yang cerah, penuh kesuksesan dan selalu berbau “wah”. Namun tidak sulit juga untuk mendapatkannya jika kita mau berusaha dengan keras, belajar dengan tekun, giat, dan selalu memohon pertolongan pada-Nya.

Semua hal perlu proses. Kita perlu memproses diri untuk menjadi matang dan siap diterjunkan di lapangan. Itu artinya kita perlu persiapan untuk diri yang mandiri. Persiapan yang paling dasar adalah belajar. Gunanya belajar adalah untuk memperoleh pengetahuan, dapat menyerapnya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan. Kita belajar bukan untuk memperoleh nilai. Karena nilai tidak dibutuhkan dalam mengerjakan pekerjaan. Kalimat itu yang selalu aku coba tanamkan dalam hati. Aku termasuk dari sekian orang yang melihat hasil belajar dari nilai. Bukan dari pengetahuan yang kudapat. Hal inilah yang  terkadang membuatku merenung cukup lama, tentang bagaimana caranya merubah persepsi ini. Seperti yang dikatakan Rancho bahwa kita harus memahami bukunya, bukan menghafalnya. Dengan menghafal kita menghemat 4 tahun, namun menghancurkan 40 tahun sisa hisup kita. Kata-kata ini masuk akal. Ya, masuk akal.

Selain itu, yang kupahami lagi adalah bahwa belajar itu tidak selalu dalam ruangan segi empat, ada papan tulis, meja-kursi, dan jika tergolong tempat yang mahal ada AC-nya. Belajar bisa dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Karena inti dari belajar adalah pengetahuan. Lagi-lagi, kata-kata Rancho benar dan masuk akal.

Lalu satu hal lagi yang baru aku pahami. Jika merenungkannya, aku merasa sangat bodoh dan hanya berpatokan pada satu hal. Hanya berpatokan pada kesuksesan, kesuksesan, dan kesuksesan! Satu hal itu adalah bahwa kita sebaiknya belajar bukan untuk mencapai kesuksesan, tapi untuk membesarkan jiwa. Karena dengan begitu kesuksesaan yang akan menghampiri kita. Dikatakan sebagai orang terpandang adalah ketika dia memiliki pengetahuan yang banyak, gelarnya berderet di samping namanya, dan memiliki kekayaan berlimpah dari hasil kerja. Bagiku orang terpandang juga adalah mereka yang memiliki jiwa besar sehingga orang-orang menghormati dan menghargainya. Orang terpandang bukanlah mereka yang sibuk mencari celah untuk korupsi dan terkenal karenanya. Ketika seseorang berjiwa besar, maka kita dapat menilai seberapa baik perilaku dan pengetahuan yang diserapnya. Maka orang-orang akan merasa nyaman dengannya dan menjalin silaturahmi yang baik. Silaturahmi ini yang nantinya (menurutku) membuka jalan yang mudah baginya untuk mendapatkan kesuksesan.

Oh ya, satu hal lagi yang khas dari film ini, yaitu “aal iz well”. Katakan semua baik-baik saja meskipun masalah besar ada di hadapan kita. Itulah menurutku intinya. Hal ini mengajarkan bahwa sebesar apapun masalah yang dihadapi, kita harus tenang, berpikir jernih, dan tidak gegabah. Semua masalah ada jalan keluarnya. Kita hanya perlu berusaha. Jika jalan keluar tidak ditemukan, serahkan semua pada Yang Maha Tahu, yaitu Allah Swt. Meskipun ini hanya ada dalam film, tapi tidak ada salahnya mengatakan “aal iz well” jika ini dapat mengumpulkan keberanian kita dan berdampak positif dalam menyelesaikan masalah. Semua akan baik-baik saja. Aal iz well. Aal iz well. Mari katakan.. aal iz well!

Aal iz well…!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...