Pages

Saturday, January 21, 2012

Riwayat alamiah penyakit


RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

Definisi RAP
RAP adalah deskripsi tentang perkembangan alamiah, tanpa campur tangan medis dari suatu penyakit pada individu (host) mulai dari awal  terpapar suatu agent patogen  sampai akhir  proses penyakit, penyembuhan atau meninggal.

Tahap-tahap RAP
Riwayat alamiah suatu penyakit pada umumnya melalui tahap-tahap sebagai berikut (M.N Bustan,2006):
  1. Tahap prepatogenesis
Pada tahap ini individu berada dalam keadaannormal/ sehat tetapi mereka pada dasarnya peka terhadap kemungkinan terganggu oleh serangan agen penyakit (stage of susceptibility). Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih terjadi di luar tubuh, dalam arti bibit penyakit masih ada di luar tubuh penjamu di mana para kuman mengembangkan potensi infektifitas, siap menyerang penjamu.
  1. Tahap patogenesis
-          Tahap inkubasi
Tahap inkubasi merupakan tenggang waktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh yang peka terhadap penyebab penyakit, sampai timbul gejala penyakit. Masa inkubasi ini  bervariasi antara satu penyakit dengan penyakit lainnya.
-          Tahap dini
Tahap ini mulai dengan munculnya gejala penyakit yang kelihatannya ringan. Tahap ini sudah mulai menjadi masalah kesehatan karena sudah ada gangguan patologis, walaupun penyakit masih dalam masa subklinis. Pada tahap ini, diharapkan diagnosis dapat ditegakkan secara dini.
-          Tahap lanjut
Pada tahap ini penyakit bertambah jelas dan mungkin bertambah berat dengan segala kelainan klinik  yang jelas, sehingga diagnosis sudah relatif mudah ditegakkan. Saatnya pula, setelah diagnosis ditegakkan, diperlukan pengobatan yang tepat untuk menghindari akibat lanjut yang kurang baik.
  1. Tahap pasca patogenesis
Tahap pasca patogenesis/ tahap akhir yaitu berakhirnya perjalanan penyakit yang dapat berada dalam pilihan keadaan, yaitu sembuh sempurna, sembuh dengan cacat, karier, penyakit berlangsung secara kronik, atau berakhir dengan kematian.

Rantai Infeksi
Dalam terjadinya penyakit, terdapat suatu rantai infeksi yang menyebabkan penyakit dapat terjadi atau disebut juga pola penyebaran penyakit. Komponen rantai infeksi yaitu agent, reservoir, portal of exit, mode of transmission, portal of entry, dan susceptible host. Reservoir adalah habitat tempat agen infeksius biasa hidp, tumbuh dan memperbanyak diri. Reservoir dapat berupa manusia, hewan, dan lingkungan.
Agen meninggalkan reservoir melalui pintu ke luar (portal of exit), yaitu jalan agen meninggalkan pejamu sumber, biasanya berhubungan dengan agen yang terlokalisasi, contohnya:
-          Sistem respirasi:  TB paru, influenza
-          Urin: Leptospira
-          Feses: Vibrio cholera
-          Lesi kulit: Sarcoptes scabiei
-          Jalur kulit (perkutaneus): isapan darah artropoda (malaria, DBD)
Lalu agen ditransmisikan dengan model tertentu agar dapat masuk ke pejamu melalui pintu masuk (portal of entry), sehingga menginfeksi pejamu yang rentan. Mode transmisi dapat berupa:
-          Transmisi langsung
Yaitu transfer agen segera dari reservoir ke pejamu yang rentan dengan cara:
·         Kontak langsung, contoh: gonore
·         Penyebaran droplet, contoh: bersin, batuk, bicara
-          Transmisi tidak langsung
·         Airborne (udara): debu, droplet nuclei (droplet yang dikeringkan), cont: TB paru
·         Vechicleborne: melaui agen yang masuk ke dalam makanan, air, darah
·         Vectorborne: agen yang mengalami atau tidak mengalami perubahan fisiologik dalam tubuh vektor
Pintu masuk kuman sama dengan pintu keluar, seperti kulit, sistem respirasi, membran mukosa, darah, dsb.  Lalu melalui pintu masuk itu kuman menyerang pejamu yang suseptibel. Suseptibilitas bergantung pada faktor genetik, imunitas yang didapat, kemampuan bertahan terhadap infeksi, membran mukosa, dll.

Konsep Tingkat Pencegahan
Beaglehole (WHO, 1993) membagi upaya pencegahan menjadi 3 bagian : primordial prevention (pencegahan awal) yaitu pada pre patogenesis, primary prevention (pencegahan pertama) yaitu health promotion dan general and specific protection , secondary prevention (pencegahan tingkat kedua) yaitu early diagnosis and prompt treatment dan tertiary prevention (pencegahan tingkat ketiga) yaitu dissability limitation. Untuk lebih lanjut, akam diuraikan sebagai berikut:
  1. Pencegahan Premordial
Jenis pencegahan yang paling akhir diperkenalkan, adanya perkembangan pengetahuan dalam epidemiologi penyakit kardiovaskular dalam hubungannya dengan diet, dll. Pencegahan ini sering terlambat dilakukan terutama di negara-negara berkembang karena sering harus ada keputusan secara nasional.
Tujuan premordial prevention ini adalah untuk menghindari terbentuknya pola hidup sosia-ekonomi dan kultural yang mendorong peningkatan resiko penyakit. Upaya ini terutama sesuai untuk ditujukan kepada masalah penyakit tidak menular yan dewasa ini cenderung menunjukkan peningkatannya.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penegahan awal ini diarahkan kepada mempertahankan kondisi dasar atau status kesehatan masyarakat yang bersifat positif yang dapat mengurangi kemungkinan suatu penyakit atau faktor resiko dapat berkembang atau memberikan efek patologis. Faktor-faktor itu tampaknya bersifat sosial atau berhubungan dengan gaya hidup danpola makan. Upaya awal terhadap tingkat pencegahan primordial ini merupakan upaya mempertahankan kondisi kesehatan yang posotif yang dapat melindingi masyarakat dari gangguan kondisi kesehatannya yang sudah baik.
2.       Pencegahan Primer
Pencegahan primer ini bertujuan untuk mengurangi incidence dengan mengontrol penyebab dan faktor-faktor risiko. Misal : penggunaan kondom dan jarum suntik disposable pada pencegahan infeksi HIV, imunisasi, dll. Biasanya merupakan Population Strategy sehingga secara individual gunanya sangat sedikit : penggunaan seat-belt, program berhenti merokok, dll.
3.        Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder bertujuan untuk menyembuhkan dan mengurangi akibat yang lebih  serius lewat diagnosis & pengobatan yang dini. Tertuju pada periode diantara timbulnya penyakit dan waktu didiagnosis & usaha ↓ prevalensi. Dilaksanakan pada penyakit dengan periode awal mudah diindentifikasi dan diobati sehingga perkembangan kearah buruk dapat di stop, Perlu metode yang aman & tepat untuk mendeteksi adanya penyakit pada stadium preklinik. Misal : Screening pada kanker cervik, pengukuran tekanan darah secara rutin, dll
4.       Pencegahan Tersier
Pencegahan tersier bertujuan untuk mengurangi komplikasi penting pada pengobatan & rehabilitasi, membuat penderita cocok dengan situasi yang tak dapat disembuhkan. Misal pada rehabilitasi pasien Poliomyelitis, Stroke, kecelakaan dll.


Referensi:

Anonim, Rantai Infeksi diakses pada tanggal 21 Januari 2012 di http://healtscience.blogspot.com/2011/06/rantai-infeksi.html
Bahan kuliah Pengantar Epidemiologi berjudul Riwayat Alamiah Penyakit oleh dr. Toni, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011.
Bustan,M.N. 2006. Pengantar Epidemiologi Edisi Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta
Dr. dr. H. Sardjana, SpOG (k), SH dan Hoirun Nisa, M.Kes. 2007. Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta:UIN Press.
Sugeng Juwono Mardihusodo, Riwayat Alamiah, Spektrum, Rantai Infeksi dan Kejadian Epidemik Penyakit
Supayanto, Riwayat Alamiah Penyakit diakses pada tanggal 21 Januari 2012 di http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/06/riwayat-alamiah-penyakit.html



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...